15 Mar 2017

Tarik Ulur Kemandirian

Game level 2 dengan Tema Kemandirian Anak ini tidak konsisten saya jalani. Berlatih tentunya setiap saat setiap waktu, tapi setoran portfolio nya belum optimal dilaksanakan. Faktor utamanya karena saya masih berkutat seputar komunikasi dengan diri sendiri, perlu banyak motivasi dan perbaikan.

Di game level ini saya baru benar-benar menyadari bahwa melatih kemandirian anak bukan hal yang sepele, sesepele mengatakan "ah, nanti juga bisa sendiri" "nanti kalau sudah gede juga paham". Tapi disaat yang sama ngiri melihat anak-anak seumuran Alys sudah bisa ini-itu. Anak-anak yang sudah bisa ini-itu saya yakini karena Ibu dan lingkungannya sangat fokus berlatih kemandirian, mungkin ada yg memulainya bahkan waktu anak masih berusia beberapa bulan saja. Karena berlatih kemandirian harus dilaksanakan terus menerus bahkan berulang kali. Karena membiasakan kebiasaan baik bukan terjadi dalam semalam.
Bila ada masanya jenuh, saya harus mulai memikirkan apa yang terjadi bila berlatih kemandirian ini belum tuntas saya sampaikan. Intinya tentu saja kasihan pada anak, anak yang belum Mandiri akan sulit berjalan sendiri. Sedangkan hidup ini harus berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing. Menurut saya Orang yang tidak Mandiri akan hidup dalam bayang-bayang keinginan orang lain. Melatih Kemandirian anak sama dengan bertanggung jawab atas masa depan anak, sama dengan melatih kepekaan orang tua untuk anaknya juga.

Walaupun berlatih kemandirian Alys masih tarik-ulur, saya harus optimis melakukannya dengan sepenuh hati dan sepenuh waktu. Karena ini adalah investasi kepada anak untuk masa depan mereka. Ini adalah bekal dari orang tua untuk anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar