1 Mar 2017

Mandiri vs Ceroboh

Jam setengah Lima sore adalah waktunya Alys makan Malam. Setelah kemarin sukses menertibkan saat makan Malam selama sepuluh menit saja, hari ini malah ga bisa sama sekali. Sarapan,makan siang, makan Malam full disuapin Amih. Sedih ibu-ibu.. ko yaa malah jadi penurunan..

Belum efektif ini komunikasi Produktifnya.. tapi jangan putus asa, karena masih ada daftar kemandirian lain yang perlu diasah. Yap, waktunya membersamai Alys membereskan mainan. Jadi setiap sore setelah makan Malam, sambil nunggu menjerang air panas untuk mandi biasanya amih yang sibuk beresin mainan. Mainan alys sebenarnya ga banyak, tapi bentuknya kecil-kecil, karena mainnya terlalu ekspresif jadi mainan-mainan itu ada yang masuk kolong kursi, nyelip di sela-sela kursi, ada yang dibawa ke Kamar tidur, Kamar mandi, pokoknya bagaikan mencari harta karun tersembunyi 😂. Nah, hari ini ceritanya ingin membiasakan Alys membereskan mainanya, dimulai dari mencontohkan. Tapiiiiii ko ya malah saya aja yang bergerak, yang punya mainan malah asik nonton TV. Okey, ditambah dengan perintah langsung "Alys, mainannya masukin lagi ke keranjang mainan yaa, ini Amih contohin yaa". Yess, Alys mulai mengambil satu mainan yang kebetulan posisinya dekat dengannya dan Lung.. mainannya dilempar ke arah saya. Antara ingin marah tapi ko ingin ketawa juga yaa (karena liat ekspresi wajahnya yang datar banget)..

Tantangan banget deh berlatih kemandirian anak ini. Harus ekstra trik, supaya anak mau memulainya. Intinya emosi Alys masih jauh dari Mandiri. Alys belum paham benar perannya sebagai anak di usia itu, yang seharusnya sudah mulai diperkenalkan sejak menginjak usia satu. Iya sih kecerobohan saya sebagai Ibu. Tapi tidak ada kata terlambat. Mumpung Alys belum jadi wanita dewasa😉. Jadi jangan marah-marah atas ketidaktahuan anak yang disebabkan karena Kita sebagai orang tua belum membimbing secara optimal dan maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar