31 Mar 2017

Menyambut Ayah

Nama Projek:
Menyambut Ayah

Gagasan:
Ini Projek spontanitas. Rencananya bukan ini Projek yang akan kami lakukan. Namun karena ada suatu hal maka rencana awal tidak bisa dilakukan. Jadilah Projek hari ini adalah menyambut Ayah. Biasanya tidak ada yang spesial saat ayah pulang kerja. Tapi hari ini akan menjadi spesial karena Alys akan menyambut Ayah dengan membuatkan Teh Manis Hangat.

Pelaksanaan:
Waktu:
Jumat 31Mar17. +-5 menit
Penanggug jawab:
Alys sebagai koki utama.
Amih sebagai asisten koki.
Ayah sebagai pelanggan.

Deskripsi kegiatan:
Hari ini saat Ayah sesaat sampai rumah Alys sudah menyambut di depan pintu. Sambil senyum-senyum Alys bilang "ayah, alys bikin teh anget ya". Awalnya ayah bingung, tp setelah saya jelaskan sedikit tentang projek ini, langsung deh Ayah ketawa, sambil bilang "oke!".
Awalnya saya meminta Alys untuk mengambil bahan-bahan yang diperlukan, yaitu: gelas, sendok, gula, kantung teh, air panas (dispenser). Secara nama bahan dia sudah paham, tp karena tempat penyimpanannya ada yang tidak terjangkau, maka saya yang melakukannya. Pertama yang saya instruksinya adalah memasukan gula ke dalam gelas sebanyak dua sendok lalu memasukan kantung teh. Dua instruksi ini Alys berjalan dengan benar. Lalu saat instruksikan menuangkan air panas Alys menolak sambil bilang "Amih aja ah, panas!". Yes! Berarti dia sudah paham tentang keberhati-hatian, lumayan lah ya😉. Saat air panas sudah saya tuangkan, Alys langsung bilang "aduk-aduk sama amih". Mungkin dia masih takut air panas, makanya bilang seperti itu, tapi saya bilang kalau yang harus mengaduk itu Alys. Untung dia mau mengaduk, tp gelasnya saya yang pegang. Lalu kami ke Kamar untuk memberikan teh pada ayah. Dan tentu saja Ayah minum dengan wajah yang bahagia😃.
Projek spontanitas ini menurut saya berjalan baik karena Alys melakukannya dengan menyenangkan dan tujuan umum Projek termasuk tercapai. Saya dan suami berharap Alys memahami bahwa hal sederhana bisa dilakukan untuk menunjukan rasa sayang pada semua orang, terutama orang tua.

#TantanganHari3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

30 Mar 2017

Jeli vs Puding

Nama Projek:
Membuat kudapan

Gagasan:
Hampir setiap hari Alys jajan ke warung. Yang biasa dibeli itu coklat dan jeli. Ga mahal sih, karena paling belinya hanya sedikit. Tapi untuk mengurangi kebiasaan jajan ke warung, saya mengajak Alys untuk membuat kudapan sendiri. Karena dia suka jeli maka kita akan membuat puding. Beda pastinya, tapi mirip-mirip deh, yang penting dia masih doyan juga.

Pelaksanaan:
Waktu:
Kamis, 30Mar17. +-3 jam
Penanggug jawab:
Alys sebagai koki utama.
Amih sebagai asisten koki.
Ayah sebagai pelanggan.

Deskripsi kegiatan:
Kemarin saya sudah bilang ke Alys bahwa hari ini Kita akan membuat puding. Jadi hari ini Kita akan belanja keperluannya. Karena Ayah kerja, maka Projek membuat kudapan ini dikerjakan hanya Alys dan saya. Pertama kami pergi ke supermarket dekat rumah. Mengingat ini mini Projek, maka saya memberikan pilihan hanya puding instan, jadi alys hanya menentukan rasa puding yang akan dibuat.
Sampai di rumah, saya menunjukan alys peralatan yang dibutuhkan untuk membuat puding, yaitu: puding instan, gunting, panci, sendok sayur, air yg sudah ditakar, cetakan puding.
Karena alys masih umur 2 dan terutama ini Projek membuat kudapan pertama, maka saya lebih banyak memberikan instruksi.
Instruksi pertama menggunting kemasan puding lalu dituang ke dalam panci, setelah itu menuangkan airnya, terakhir diaduk-aduk sambil dipanaskan (dilakukan bersama, karena kompor masih berbahaya untuk anak). Semua instruksi dilaksanakan dengan benar. Untuk menuangkan ke dalam cetakan puding dilakukan bersama juga, karena puding masih dalam keadaan panas.
Selama proses pelaksanaan kami lakukan dengan menyenangkan. Alys banyak berekspresi juga, seperti kesulitan menggunting, kepanasan dekat kompor, hingga bertanya-tanya kapan puding sudah bisa di makan. Lucuu, tapi ga ada foto karena keterbatasan tab yang kameranya hanya mampu VGA 😭
Karena memasak sangat menyenangkan, insaalloh family project besok memasak lagiiii :D ditambah juga Ayah suka dibikinin cemilan sama anak gadisnya :D

#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

29 Mar 2017

Diskusi Sampai Jauh

Hari pertama memulai tantangan level tiga, ada rasa yang masih tertinggal di tantangan sebelumnya, alias ga lulus. Tapi Insaalloh akan terbayar di level ini, harus selesai. Semangat!

Sebenarnya sudah beberapa hari lalu kami (saya dan suami) memulai diskusi tentang tantangan level tiga. Berulang kali baca materi dan tugasnya juga. Makin dibaca makin sadar PR menjadi Ibu Profesional masih banyak.

Sepanjang diskusi, kami banyak mengeluarkan pendapat yang intinya untuk pengembangan potensi Alyssa (2th). Namun untuk saat ini kami merumuskan tujuan dari pelaksanaan tentangan Family Project, yaitu:
- Melatih fokus
- Memperkenalkan instruksi panjang
- Memperkenalkan beberapa kegiatan domestik

Untuk gagasan dan pelaksanaan Family Project, akan kami uraikan pada tulisan selanjutnya.

#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

15 Mar 2017

Tarik Ulur Kemandirian

Game level 2 dengan Tema Kemandirian Anak ini tidak konsisten saya jalani. Berlatih tentunya setiap saat setiap waktu, tapi setoran portfolio nya belum optimal dilaksanakan. Faktor utamanya karena saya masih berkutat seputar komunikasi dengan diri sendiri, perlu banyak motivasi dan perbaikan.

Di game level ini saya baru benar-benar menyadari bahwa melatih kemandirian anak bukan hal yang sepele, sesepele mengatakan "ah, nanti juga bisa sendiri" "nanti kalau sudah gede juga paham". Tapi disaat yang sama ngiri melihat anak-anak seumuran Alys sudah bisa ini-itu. Anak-anak yang sudah bisa ini-itu saya yakini karena Ibu dan lingkungannya sangat fokus berlatih kemandirian, mungkin ada yg memulainya bahkan waktu anak masih berusia beberapa bulan saja. Karena berlatih kemandirian harus dilaksanakan terus menerus bahkan berulang kali. Karena membiasakan kebiasaan baik bukan terjadi dalam semalam.
Bila ada masanya jenuh, saya harus mulai memikirkan apa yang terjadi bila berlatih kemandirian ini belum tuntas saya sampaikan. Intinya tentu saja kasihan pada anak, anak yang belum Mandiri akan sulit berjalan sendiri. Sedangkan hidup ini harus berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing. Menurut saya Orang yang tidak Mandiri akan hidup dalam bayang-bayang keinginan orang lain. Melatih Kemandirian anak sama dengan bertanggung jawab atas masa depan anak, sama dengan melatih kepekaan orang tua untuk anaknya juga.

Walaupun berlatih kemandirian Alys masih tarik-ulur, saya harus optimis melakukannya dengan sepenuh hati dan sepenuh waktu. Karena ini adalah investasi kepada anak untuk masa depan mereka. Ini adalah bekal dari orang tua untuk anak.

11 Mar 2017

Lupa

Ada yang menarik di Cerita kemandirian hari ini. Sejak kemarin Malam kami menginap di rumah neneknya alys. Sempet deg-deg an sih, khawatir alys bakal ngompol dimana aja karena ga bilang. Dari pagi saat bangun tidur saya wanti-wanti alys supaya bilang kalau mau ke belakang. Dan saya juga harus fokus mengingatkan alys pada waktu-waktu yang biasanya dia harus ke belakang.

Karena di rumah mertua ada kakak ipar juga, jadi saya banyak ngobrol lah, alys saya biarkan main-main dengan sepupunya. Waktu berlalu, seharusnya setiap dua jam saya ingatkan alys untuk ke belakang. Namun tadi saya lupa, setelah lima jam saya baru ingat. Wahhhh panik luar biasa, takut dia ngompol dan ga kebayang😭.Tapi setelah saya cek ternyata aman ibu-ibu. Buru-buru saya ajak alys ke Kamar mandi dan dia pipis.

Hari ini saya lalai sekali, mungkin selama itu alys menahan pipis (kebayang kan rasanya). Membersamai itu perlu fokus apalagi subjeknya anak kecil. Semoga besok-besok tidak terulang.

Masih Toilet Training

Toilet training Alys masih fluktuatif ini. Kadang nilainya sempurna, sehari semalam kalau mau 'ke belakang' sudah bilang, kadang keluar di tempat dia berada, mungkin ga tahan juga ya. Ga apa-apa sih, mungkin memang belum sepenuhnya siap. Masih banyak PR kemandirian yang perlu alys Latihan lagi. Hari ini kami coba melepas dan memakai celana. Ceritanya alys bilang dia mau pipis, terus saya bilang "alys, coba celananya buka sendiri". Dan dia malah usel-usel celananya, bukannya di tarik ke bawah. Sebenarnya liatnya lucuuuu banget, inginnya diterusin sampe ada keinginan untuk tarik celana ke bawah, tapi karena dia keliatan ga tahan mau pipis,akhirnya ditolong lah sama saya.

Kadang suka ada hal-hal yang membuat saya tidak sabar saat membersamai alys. Menurut saya sesuatu itu sangat mudah tapi menurut alys itu hal yang sulit. Semoga Kita selalu bisa bekerjasama dengan baik untuk misi kemandirian seumur hidup ini.

4 Mar 2017

Dilema..

Alhamdulillah... weekend ibu-ibu..
Walaupun saya mah weekend weekdays berasa sama aja, secara kerjaannya tiap hari sama. Cuman bedanya kalo weekend ada suami, jadi bisa minta tolong Bantu ini itu,hihihi..
Kebeneran hari ini ada agenda ke luar rumah juga sih, yang pertama mau ke lab untuk periksa Gigi saya dan ke BEC, mau servis HP suami.
Sebenarnya bahagia sih mau jalan-jalan hari ini, tapi sayang juga Alys harus pake pampers lagi. Ini sebagai antisipasi aja, kalau alys tiba-tiba ingin buang air pas Kita lagi jauh dari toilet..
Dan.... kecemasan saya pun menjadi kenyataan. Waktu masih d mobil karena terjebak macet panjang alys bilang "amih, alys mau eo.." Jeeng... Jeeng...
Akhirnya saya dan suami bilang "alys, eo aja di sini, soalnya alys pake pampers ko, bukan pake celana dalem". Pas bilang ini hati saya sedih banget bu... Latihan berhari-hari yang lalu seakan runtuh.. (lebay)
Tapi yang bikin saya agak terharu waktu itu adalah reaksi alys yang bilang "ga mau, mau di Kamar mandi". Duh.. berarti toilet training-nya udah mulai nerap. Tapi karena kami meyakinkan sama alys bahwa ga apa-apa eo dulu karena pake pampers,yaa akhirnya dia melakukannya juga. Saat itu yang ada d pikirkan saya hanya kasian sama Alys, takutnya malah jadi penyakit kalau ditahan-tahan.
Harus banyak sharing sama buibu lainnya nih, pasti ada juga yang pernah mengalami hal yang sama.

Kembali ke awal

Sebenarnya sudah hampir seminggu kemarin Alys dan saya lumayan disiplin loh toilet training. Setiap dua jam sekali alys saya ajak untuk ke Kamar mandi untuk pipis atau kalau ada tanda-tanda mau BAK langsung cepet-cepet ambil posisi di Kamar mandi. Kadang-kadang juga Alys sudah bisa bilang sendiri kalau mau ayang air, tapi itu benar-benar kadang-kadang😂. Sampai hari kemarin setelah 'bisikan Gaib' sukses, hari ini kecolongan deh, alys ngompol di depan TV😭

Okey,tetep semangat ibu-ibu. Kuncinya konsisten!

2 Mar 2017

'Bisikan Gaib'

Beberapa pekan kemarin Alys mulai berlatih toilet training . Kata ibu-ibu di sekitar saya sih usia 27 bulan itu terhitung 'telat' untuk memulai toilet training. Bagusnya usia segitu sudah Lepas diaper, jadi lebih menunjang saat d PAUD atau tempat sosialisasi lainnya.
Iya bener juga, tapi mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, tinggal dikasih suir ayam sama kecap deh😃.

Pekan-pekan pertama memulainya benar-benar repot yaa. Masalahnya Alys belum bilang kalau mau BAK dan BAB (padahal sudah bisa komunikasi). Jadi pipisnya dimana aja dan ga bilang, tau-tau lantai basah, diinjak-injak jadi ada cipratan dimana-mana. kejadian serupa bisa tiga sampai lima Kali dalam sehari. Pernah juga Alys saya marahin karena ini, tapi langsung nyesel beneran deh..

Sampai akhirnya dipertemukan dengan materi kelas Bunda sayang ,yaitu komunikasi Produktif dilanjutkan materi Melatih Kemandirian anak. Buat saya ini merupakan sebuah pencerahan. Pelan-pelan saya ajak Alys bicara tentang keinginan untuk BAB dan BAK. Hasilnya? Iya dia bilang sih,tapi setelah keluar pipisnya, bukan sebelum pipis.

Lalu saya ingat seorang teman pernah belajar tentang hipnotis. Jadi sebenarnya semua orang bisa memberikan sugestinya pada seseorang dengan menciptakan waktu yang tepat. Salah satu waktu yang tepat tersebut adalah saat orang mau tertidur. Nah! Semalam saya mencoba melakukannya pada Alys. Sesaat setelah dia lelap saya bisikan ke telinganya: "Alys, sayang, kalau mau pipis atau eo bilang ya, jangan ngompol di kasur juga", sebanyak tiga kali. Besok paginya (hari ini), waktu Alys bangun, dia langsung bilang "Amih mau eo". Dan benar saja, waktu ke Kamar mandi dia langsung pipis (bukan eo). Entah ini Karena sugesti saya sudah masuk atau karena toilet training yang sudah berjalan beberapa pekan, pada hari ini Alys selalu bilang kalau mau BAK dan BAB. Senang tiada tara ibu-ibu😂.. Tapi tetep ko besok masih toilet training, sampai benar-benar lulus.

1 Mar 2017

Mandiri vs Ceroboh

Jam setengah Lima sore adalah waktunya Alys makan Malam. Setelah kemarin sukses menertibkan saat makan Malam selama sepuluh menit saja, hari ini malah ga bisa sama sekali. Sarapan,makan siang, makan Malam full disuapin Amih. Sedih ibu-ibu.. ko yaa malah jadi penurunan..

Belum efektif ini komunikasi Produktifnya.. tapi jangan putus asa, karena masih ada daftar kemandirian lain yang perlu diasah. Yap, waktunya membersamai Alys membereskan mainan. Jadi setiap sore setelah makan Malam, sambil nunggu menjerang air panas untuk mandi biasanya amih yang sibuk beresin mainan. Mainan alys sebenarnya ga banyak, tapi bentuknya kecil-kecil, karena mainnya terlalu ekspresif jadi mainan-mainan itu ada yang masuk kolong kursi, nyelip di sela-sela kursi, ada yang dibawa ke Kamar tidur, Kamar mandi, pokoknya bagaikan mencari harta karun tersembunyi 😂. Nah, hari ini ceritanya ingin membiasakan Alys membereskan mainanya, dimulai dari mencontohkan. Tapiiiiii ko ya malah saya aja yang bergerak, yang punya mainan malah asik nonton TV. Okey, ditambah dengan perintah langsung "Alys, mainannya masukin lagi ke keranjang mainan yaa, ini Amih contohin yaa". Yess, Alys mulai mengambil satu mainan yang kebetulan posisinya dekat dengannya dan Lung.. mainannya dilempar ke arah saya. Antara ingin marah tapi ko ingin ketawa juga yaa (karena liat ekspresi wajahnya yang datar banget)..

Tantangan banget deh berlatih kemandirian anak ini. Harus ekstra trik, supaya anak mau memulainya. Intinya emosi Alys masih jauh dari Mandiri. Alys belum paham benar perannya sebagai anak di usia itu, yang seharusnya sudah mulai diperkenalkan sejak menginjak usia satu. Iya sih kecerobohan saya sebagai Ibu. Tapi tidak ada kata terlambat. Mumpung Alys belum jadi wanita dewasa😉. Jadi jangan marah-marah atas ketidaktahuan anak yang disebabkan karena Kita sebagai orang tua belum membimbing secara optimal dan maksimal.