16 Jun 2017

Ini Bukuku, Mana Bukumu?

Ini hasil pilih-pilih buku, ga semua di foto sih. Yang di foto ini target pancingan biar alys suka buku. Dilihat-lihat dulu, di bolak-balik halamannya, siapa tau beliau sukaaa😃

#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#For Things To Change, I Must Change First

10 Jun 2017

Berburu Buku

Membaca salah satu kegemaran saya sejak SMP. Diawali dengan membaca Novel Harry Potter and The Sorcerer's Stone jadi terus suka novel sampai sekarang. Check list novel yang ingin dibeli sudah mengular, panjang, tapi belum kebeli aja. Yah namanya juga rumah tangga, buku belum jadi prioritas lagi, tapi mudah-mudahan kelak jadi kegemaran sekeluarga.
Tapi sayang seribu sayang, suami ga suka baca buku. Yang menjadi tantangan adalah Alys juga belum ada ketertarikan untuk baca buku. Setiap dibeliin buku pasti aja disobek-sobek, dibacaain buku dongeng dia malah kabur. Saya berpikir mungkin dia masih kecil, nanti pasti suka baca (berbaik sangka)
Pass banget materi ini tentang menumbuhkan minat baca. Saya jadi terpacu lagi menyemangati Alys dan suami buat suka baca terutama buku atau Koran untuk suami😂
Maka saya memulai dengan mengajak Alys membeli buku-buku cerita bergambar. Karena saya masih terbayang-bayang alys menyobek buku,maka saya putuskan untuk membeli buku second hand. Di sepanjang jalan sungai cikapundung (dekat PLN jl. Asia Afrika) ada penjual buku bekas. Nah, di sana alys saya suruh pilih-pilih buku sendiri. Pilihannya majalah anak-anak, ga masalah yaa, kan ada cerita bergambarnya juga.

#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#For Things To Change, I Must Change First

13 Mei 2017

Belajar dengan Gaya

Untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar anak memang diperlukan ketelitian tingkat tinggi. Terlebih pada anak Batita yang memang belajarnya harus sambil main-main. Tidak bisa dipungkiri gaya belajar akan memengaruhi keberhasilan menyerap ilmu yang sampai pada anak. Jika sesuai maka sudah pasti memudahkan anak untuk segera mengaplikasikn ilmu sesuai dengan pemahamannya.

Menemukan gaya belajar yang sesuai dengan fitrah anak perlu dikembangkan secara terus menerus. Hingga anaknya sendiri merasa nyaman dengan gaya belajar tersebut. Yang paling penting, sebagai orang tua Kita sebaiknya selalu memberikan perhatian dan dukungan penuh pada anak. Stimulasi atau cara apapun itu sangat penting dalam menemukan gaya belajar.

Menentukan aktivitas anak merupakan bentuk stimulasi yang cukup memberikan dampak ke arah mana kecenderungan gaya belajar. Saya sebagai orang tua pun baru menyadari hal ini. Yang masih menjadi pekerjaan rumah yaitu benar-benar mengetahui gaya belajar yang paling pas untuk Alys. Maka aktivitas menemukan gaya belajar akan masih berlanjut.

Semangat!

#aliran Rasa
#gayabelajar

6 Mei 2017

Naik Kereta Api, Tut Tut Tut

Aktivitas: Jalan-jalan Naik kereta Api

Hari sabtu ini seru banget deh. Alys Naik kereta untuk pertama kalinya. Rutenya pendek aja, dari stasiun Cimahi ke stasiun Bandung. Tujuan Pasar Baru aja, sambil lihat-lihat yang perlu dilihat.

Selama di dalam kereta pastinya Alys riang gembira. Padahal dia sudah bisa ngomong yaa (komunikasi dua arah), tapi kenapa yaa tadi sepanjang perjalanan dia keras-keras mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas, entahlah maksudnya apa😂. Tapi, wajahnya sih cerita banget.

Sepanjang perjalanan dia menyebutkan benda-benda yang terlihat dari balik jendela. Ada motor, mobil, kambing, dan lain-lain. Yang lucu dia dadah-dadah sama orang yang ada di pinggir-pinggir kereta api. Pastinya sambil nyanyi-nyanyi Naik Kereta. Mungkin kalau media belajarnya menarik, Alys oke juga belajar dengan gaya kinestetik.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

5 Mei 2017

Kamis Bersama Bapak

Aktivitas: Ikut Ayah ke Kampus

Hari Kamis lalu Alys ikut Ayah ke kampus. Kebetulan di Kampus ada acara bebas jadi tidak ada kegiatan belajar mengajar. Apakah ini yang namanya ME TIME? :P. Ohh ternyata tidak, malah lebih was-was, udah makan apa belum, makan pakai apa, di kampus nakal apa baik dan lain-lain.

Rencananya mau belajar mandiri, ga sama ibunya terus, takut ketergantungan, kan mau sekolah. Taunya malah ibunya yang stress sendiri😂. Kata ayah, alys nanyain saya sih, tapi begitu dibilang "hari ini sama ayah dulu yaa, amih di rumah" dia ga kenapa-kenapa tuh, oke-oke aja.

Jadi ingat waktu menyapih Alys, Alhamdulillah gampang banget, pas umur dua tahun cuman bilang "Alys, miminya berhenti yaa, Mimi amih sakit", cess pleenng langsung ga mau Mimi.
Mungkin, Alys punya gaya belajar auditori, ngomong sekali aja langsung ngerti, Alhamdulillah.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Ayo Menyanyi

Aktivitas: Bernyanyi bersama Ayah

Kemarin pulang kerja ayah, Alys belum tidur, karena tidur siangnya lumayan lama. Beres solat, Ayah dan Alys main-main di kamar. Mainnya random aja sih, ada boneka mereka main, ada bantal mereka mainin juga. acara bebas deh yaa.

Lalu Ayah minta Alys untuk menyanyi. tak disangka dia semanagat sekali, dia ambil minyak telon lalu dijadikan mic. Banyak lagu dia nyanyikan, Burung Kakak Tua, Topi Saya Bundar, Pelangi-Pelangi, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Naik Delman, sampai lagu Tahu Bulat dong.

Yang buat saya terpukau dia nyanyi-nyanyi sendiri tapi ngasih mic  juga ke ayahnya, ala-ala penyanyi pofesional di panggung gitu. lucu lihatnya. Gaya belajar apa yaa ini, kinestetik mungkin yaa. Dia belajar percaya diri dari ayahnya.

#tantangan10hari
#level4
#Gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Jeli Warna-Warni

Aktivitas: Belajar warna menggunakan jeli

Hari ini mau belajar warna. Sebelum ini. kita belajar warna pakai kartu warna, mainan boneka plastik, bola plastik. playdough dan belum berhasil. ALys belum bisa duduk tenang, ditunjukkin malah dilempar atau tangan saya di hempaskan..

Teman-temannya yang seumiran sudah pada bisa mengidentifikasi warna. Aduh, agak panik juga ya, takut malah terlambat.
Hari ini dicoba mengenal warna dengan menggunakan jeli Inaco yang warna-warni itu. Anaknya juga makan, jadi hayo deh dicoba. Satu bungkus bedar langsung untuk berdua, Alys dan saya.
Cara mainnya gampang, jeli dikelompokan berdasarkan warna. lalu dimakan.
Hasilnya? yah lumayan lah dia ingat warna hijau, lulus satu warna.
Senang?Pastinya tapi belum puas, secara cuman satu warna. Gaya belajar Kinestetik sepertinya bisa diikuti Alys, kalau alat peraganya makanan :)
Semoga ga batuk ya Nak!

#tantangan10hari
#level4
#Gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Dibuang Sayang

Aktivitas: Anjang-anjangan

Hari ini beres mandi langsung ke tampat penyimpanan mainan. Keranjang belanja beserta sayur dan buah plastik, mainan meja-kursi kecil-kecil, peralatan dapur dan peralatan makan yang sudah tidak utuh lagi dibongkar "paksa". Ditumpahin aja gitu di lantai, dilempar-lempar.

Waktu ditanya Alys mau main apa, dia jawab mau main beli-beli. Ohh mau main jualan-jualanan, Alys yang penjual dan orang-orang rumah yang jadi pembeli. Awal-awal iya sih permainan ini dua arah. Lama-lama dia asik sendiri, ngomong sendiri.

Kalau diperhatikan gaya mainnya seperti dia lagi nge-vlog  gitu. Mungkin dia pernah lihat waktu buka-buka Youtube (dia sudah bisa buka Youtube di tab). Lucu sih, seperti waktu dulu bikin puding, dia ngomong-ngomong sendiri.
Untuk aktivitas ini sepertinya gaya belajarnya Visual.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Yuk Gowes!

Aktivitas: Bersepeda

Kalau liat kakak -kakak sepupunya pada main sepeda, pasti Alys pengen ikutan deh. Tapi ya itu, alys belum bisa naik sepeda. Alys punya sepeda roda tiga dan ada dorongannya. dari sebelum bisa jalan dia sudah kenal dengan sepeda ini/ sampai sekarang sudah bisa lari-lari dia masih pake sepeda dengan cara didorong atau dia ngesot sendiri ga mau ngegowes.

Oke, sekarang kita belajar sepeda aja yah, mumpung kakak sepupunya lagi main sepeda juga, jadi dia bisa liat dan meniru gerakan kakinya. Pertama didorong dulu, tapi kakinya sudah di pedal sepeda. Dorongnya pelan-pelan sampai kakinya mengikuti perputaran roda dan pedalnya.
Sekira sepuluh menit saya lepas dorongannya, eh dia berhenti juga. ga mau gowes sepedanya. yaudah dicoba lagi, dorong lagi.. dan saya berhenti dia ikut berhenti.
Waktu ditanya kenapa ga di giwes dia malah jawab susah..

Kayaknya untuk motorik kasar Alys masih kurang banget yaa. Jadi ketahuan deh, harus berlatih motorik kasar (selain lari) lebih intensif..
Ini namanya sambil menyelam minum air, sambil mencari gaya belajar eh ketauan kan kekurangannya. Sememtara kayaknya gaya belajar kinestetik harus diulang-ulang lagi deh. #penasaran

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Belajar dari Majalah

Aktivitas: Membeli Kesukaan Alys

Sebenarnya ini bukannya aktivitas yang disengaja. Waktu itu kami makan diluar, beli baso So'un yang di jalan veteran itu. Waktu makan ada kakek-kakek penjual koran yang diam di depan pintu masuk. Cerdiknya Si kakek menawarkan majalah anak-anak dengan cover Sofia The first. Pastinya Alys langsung heboh ingin beli, karena dia suka karakter itu. Kebetulan hari itu Alys lagi rewel makan, akhirnya saya janjikan beli majalah itu kalau Alys makannya pintar. Dan ternyata Alys mau makan, walaupun setiap selesai ngunyak selalu bilang "Alys mau Sofia Yaa.."

Setelah selesai makan, Alys meminta uang untuk beli majalahnya. ternyata dia sudah paham, kalau mau beli barang harus ada uangnya. Majalah sudah ditangan, pastinya Alys senang sekali. Dalam hati saya bilang sekalian buat belajar warna nih, semoga Alys mau.

Waktu di tempat makan, majalahnya dia bukain terus, setiap halammya dia lihat sambil menyebutkan beberapa karakter dalam film sofia. Tapi pas sampai rumah, waktu saya bacakan cerita bergambarnya dia malah pergi, ga suka katanya. Lalu saya bilang, Ya sudah Alys lihat-lihat dulu aja ya gambarnya. dan dia bilang ga suka juga.

Sampai saat ini mungkin Alys belum memiliki gaya belajar visual. Karena dia kurang berminat kalau belajar sambil lihat gambar. Padahal yang dilihat itu karakter kesukaan dia. Mungkin saya masih salah menerapkan metode untuk gaya belajar visual. Aktivitas selanjutnya sepertinya saya akan mencari kegiatan yang bersifat visual.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Mari Menari

Aktivitas: menonton televisi

Bingung mencari-cari kegiatan untuk hari ini. Alys lagi demam, tapi ga lesu, ceria aja seperti biasanya. Mungkin mau flu, tapi kalau anaknya ceria gini disuruh tidur ga mau. yaudah cari kegiatan yang ringan-ringan aja lah ya.

Rencanaya mau jalan-jalan muter komplek. Diusia dua tahunan ini Alyss belum bisa mengidentifikasi warna, cuman menyebutkan aja nama-nama warna. Nah, dibelajarin warna pake benda-benda yang ada di rumah (mainan,dll) dia ga minat, jadi rencananya sambil jalan-jalan saya bisa memperlihatkan warna-warna dari benda-benda yang ada di luar rumah. tapi karena deman jadi ga tega ajak jalannya.

Yaudah yah di rumah aja nonton tv. Kebetulan pas ganti-ganti saluran tv, kita nemu acara anak-anak di TVRI. nama acaranya Buah Hatiku Sayang yang dipandu Shahnaz Haque. Acaranya talk show dengan bintang tamu, tapi ada hiburan yang diisi oleh anak-anak, seperti menyanyi dan menari.
Nah, tadi pas banget abak-anaknya lagi menari dan karena Alys masih oke alias ga lesu maka saya ajaklah dia mengikuti gerakan anak-anak. Sepertinya kurang minat dia, hanya ngeliatin aja sambil bilang "mih. nari-nari yaa anak-anaknya" (dia lupa kali kalau dia masih bayi :P)
ga berapa lama, dia malah bergumam nada lagunya, sambil merhatiin tv (ga pake nari).
lalu saya tanya, "Kok, Alys ga mau nari?"
dijawab, "ga suka"

Okey, memang suasana tidak mendukung, alys lagi demam. tapi tetep saya masih menilai alys memiliki gaya belajar auditori.

#tantangan10hari
#level4
#Gayabelajarnanak
#kuliahbunsayIIP

28 Apr 2017

Si Koki Cilik

Aktivitas: membuat jelly di rumah.

Sebenarnya ini aktivitas percobaan, karena saya belum yakin alys ada di tipe pembelajar yang mana. Namanya anak dua tahunan, masih maunya main, tau-tau bisa ini itu ya saya lupa juga kapan nyintohinnya dan dalam keadaan seperti apa.

Oke deh, biar ga penasaran biar saya coba ini dulu. Soalnya anaknya suka Jelly sama puding juga, sekalian belajar warna. Alys sudah bisa menyebutkan beberapa nama warna, hanya belum bisa membedakan warnanya saya. Kalau matching warna sudah bisa juga.

Pertamanya pasti deh senang diajak bikin puding,ini entah yang keberapa kali. Kali ini saya sediakan alat dan bahan, Tanpa instruksi sama sekali. Ternyata dia bisa loh, ala-ala vloger gitu:
"Teman -teman sekarang alys mau bikin puding, gunting dulu yaa..."
Karena belum bisa ngeggunting, dia minta tolong saya. Selanjutnya dia bisa masukin bubuk jelly ke dalam panci dan menuang airnya.
"Kita aduk-aduk yaa teman-teman.."
Setelah itu saya masak jellynya, karena memang dia saya ajarkan hanya sampai mengaduk bahan.
Langkah-langkah membuat jelly sudah hapal nampaknya, karena sudah dilakukan beberapa kali.

Dalam aktivitas ini sepertinya alys memiliki gaya belajar auditori. Karena dia melakukan aktivitasnya dengan banyak bicara, seolah-olah dia sedang ada dalam acara TV.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

26 Apr 2017

Gaya Belajar

Sering kali saya abai dengan gaya belajar anak. Ini Karena saya pikir belum saatnya lah anak dua tahunan belajar dengan "benar". Anak umur segini ya paling hari-harinya diisi dengan main, main,main, makan, tidur deh..
Tapi, senang juga sih waktu dia tiba-tiba nyanyi balonku dengan lancar, ko bisa ya,perasaan ga diajarin, cuman diperdengarkan aja. Itu juga saya nanyinya sambil main-main juga. Berarti dia perhatian juga, mungkin ini juga termasuk belajar ya, tapi tetap sambil main dong..
Nah, kebetulan materi sekarang tentang gaya belajar anak. Sambil menyelam minum air. Sambil main-main sambil memperhatikan gaya belajar anak. Karena masih Batita, jadi mungkin kegiatan ini hasilnya akan belum sesuai ekspetasi.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

15 Apr 2017

Game Level Sederhana

Proyek keluarga alias family project itu sedikit menjebak ya, kalau kata saya sih begitu. Sebelum mengerjakan proyek pastinya bingung mau melakukan apa, mau menghasilkan produk apa, bisa atau tidak. Pokoknya seribusatu pikirkan yang bisa dibilang mengganggu. Saya memulainya dengan diskusi dulu sama suami. Saya presentasikan sedikit materi kuliah dan kaitannya dengan game level 3.
Tanggapan suami sih kaya yang ngegampangin gitu deh, masa dia nyuruh saya ajak aja Alys nyuci baju, bikin minuman, bikin puding. Dan tanggapan saya loh kokk?! Yap, begitulah awalnya proyek keluarga ini. Suami bilang ini kan fokus nya ke anak, anaknya aja baru dua tahun, ya pilih proyek yang bisa dia ikuti, yang sederhana tapi bisa jadi dasar kemandiriannya kelak.
Dipikir-pikir ya iya juga sih, ini kan tentang mengembangkan kecerdasan anak, apa pun bisa jadi objek pengembangan untuk subjeknya. Namanya juga anak-anak, perkembangannya tidak bisa "dibentuk" secara instan. Mana tahu yang nampaknya tidak menarik bagi Kita tapi menantang dan menyenangkan bagi mereka. Dan yang menyenangkan itulah yang akan anak ingat sepanjang hayat.

8 Apr 2017

Membangun Rumah Mainan dari Kardus (4)

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Waktu: Sabtu, 8 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Deskripsi:
Family project membuat rumah-rumahan dari Kardus ini sebenarnya tidak terlalu sulit pengerjaannya. Hanya saja kami terhambat dengan ketersediaan bahannya. Hari ini kami sepakat untuk mecari kardus ukuran yang besar di Cibadak. Alys sih taunya Kita mau jalan-jalan. Tapi ga apa-apa lah yaa, soalnya selama perjalanan saya selalu memberitahu alys tentang projek ini. Sampai di cibadak, kami mencari Kios/ lapak penjual kardus. Dan ternyata ukuran besar tidak ada. Lalu tiba-tiba saya ingat di rumah mertua ada kardus bekas kompor dengan ukuran besar. Langsung lah kami putar arah ke rumah mertua. Alhamdulillah kardusnya masih ada dan boleh buat prakarya Alys.
Oke semua bahan sudah lengkap. Instruksi awal alys kami minta untuk memilih warna cat kardus, pastinya sambil pengenalan warna. Bilangnya biru tapi ambil warna merah😂. Gapapa deh,namanya juga belajar. Untuk membangun kardus menjadi rumah 80% saya dan suami yang mengerjakan. Karena Alys memang belum bisa, seperti menggunting kardus yang lebih keras, memotong dengan cuter dan sebagainya.

#TantanganHari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

6 Apr 2017

Membangun Rumah Mainan dari Kardus (3)

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Persiapan:
Setelah kemarin mencari perlengkapan membuat rumah mainan dari kardus dan ternyata bahan utamanya yaitu kardusnya malah belum dapat. Lalu Malam harinya saya menyampaikan ini pada ayah. Tanggapannya kurang lebih sama dengan pemikiran saya, kardusnya harus berukuran besar. Kagok kalau ukuran kecil seperti Kardus bekas air mineral. Makanya ayah memberikan usul untuk mencari Kardus besar di daerah Cibadak. Katanya kalau ga salah di sana banyak dijual kardus bekas ukuran besar. Rencananya kami akan ke Cibadak hari sabtu besok. Ini disesuaikan dengan ketersediaan waktu Ayah, karena kalau hari biasa beliau kerja.
Dan karena waktunya mepet maka setelah kardusnya dapat kita langsung eksekusi hari itu juga. Arsiteknya malah yang jadi ga sabar mau bikin rumah-rumahan. Diliattiiiin terus YouTube yang tempo hari saya perlihatkan tentang membuat rumah-rumahan kardus. Efek lebih lanjut, saya juga jadi gemesss ini ingin segera buat.

#TantanganHari9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Membangun Rumah Mainan dari Kardus (2)

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Persiapan:
Setelah membuat perencanaan pada tulisan yang kemarin. Maka hari ini saya dan Alys berburu perlengkapannya. selotip, kertas warna, cat poster, gunting, kuas, penggaris, pinsil/spidol, cuter, lem kayu tidak sulit untuk didapat. Ada yang masih ada di rumah, sebagian harus beli di supermarket dekat rumah. Seperti biasa, sebelum pergi,saya mengingatkan alys untuk membeli keperluan yang sudah direncanakan, dengan harapan dia fokus. Tapi, seperti yang sudah saya duga juga, alys malah maunya mainan yang pakai koin gitu. Susaah sekali membujuk untuk menunda mainnya. Alhasil saya perbolehkan lah dia main (Ibu yang belum konsisten😭).
Masalah yang utama kali ini ialah,kami belum dapat Kardus bekasnya. Kardus-kardus yang kami temukan ukurannya kecil, paling besar hanya bekas air mineral.
Akhirnya saya dan alys pulang dulu. Nanti di rumah saat ayah pulang akan kami diskusikan dulu baiknya bagaimana. Jadi, hari ini family project membuat rumah-rumahan dari Kardus belum dapat kami laksanakan.

#TantanganHari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

4 Apr 2017

Persiapan Membangun Rumah Kardus

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Waktu:
Rabu, 5 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Persiapan:
Hari ini, Saya dan Suami mengajak Alys melihat video di YouTube tentang anak-anak kecil membuat rumah-rumahan dari kardus bersama orang tua mereka. Reaksinya sih ga terlalu tertarik ya... mungkin belum ngeh juga. Selain itu, saya juga mengajak Alys untuk mencari alat dan bahan membuat rumah kardus, tapi akan kami cari besok. Seperti kardus bekas ukuran besar, selotip, kertas warna, cat poster, gunting, kuas, penggaris, pinsil/spidol, cuter, lem kayu.
Sekian tahap persiapan membuat rumah Kardus, insaalloh besok akan kami ceritakan kisah selanjutnya. Semoga berhasil rumah Kardus ya😉

#TantanganHari7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

3 Apr 2017

Berburu Ide

Hari ini kami belum mengerjakan family project. Karena rencananya Malam ini saya dan suami akan berdiskusi lagi tentang projek lebih menyenangkan untuk kami. Kami ingin membuat project yang intinya bisa lebih mendekatkan kami satu sama lain, lebih menyadari dan memahami karakter kami masing-masing, mengoptimalkan komunikasi juga. Namun, tentu saja yang menarik untuk anak dua tahun.
Sebenarnya family project jalan-jalan ke Taman Kota sangat menyenangkan. Kayaknya Alys mau mau lagi kalau diajak. Tapi hal ini terbentur dengan kemampuan waktu Ayah yang kerja setiap hari kecuali weekend.
Inginnya bikin cemilan lagi, tapi spesial request dari ayah. Tapi, takutnya alys bosan, karena prosesnya kira-kira sama.
Dan setelah panjang lebar berdiskusi, family project kali ini kami ingin membuat rumah-rumahan dari kardus. Project ini akan dilakukan secara full team. Berbeda saat project membuat kudapan, hanya saya dan Alys yang mengerjakan.
Ayah berkomitmen untuk terlibat penuh pada project kali ini. Untuk penyajian komplitnya, besok akan saya ceritakan kembali.

#TantanganHari6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

2 Apr 2017

Berpetualang Ke Taman Kota (2)

Nama Projek:
Berpetualang Ke Taman Kota

Gagasan:
Hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga meluangkan waktu untuk Berlibur. Biasanya kami pergi ke tempat makan yang belum pernah dicoba atau pergi ke mall untuk bermain di play ground (mandi bola atau ke tempat bermain anak semacam Game Master). Tapi ahad besok, saya merencanakan untuk mengunjungi taman-taman tematik di kita Bandung. Niatnya untuk mengajak Alys lebih peka pada lingkungan nyata. Misalnya tidak boleh menginjak rumput, membuang sampah pada tempatnya dan lain lain.

Pelaksanaan:
Waktu:
Ahad, 2 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai bocah perualang
Amih sebagai pemandu 1.
Ayah sebagai pemandu 2.

Deskripsi:
Persiapan awal yaitu mengajak Alys dengan menceritakan keasyikan apa saja yang biasanya dijumpai di Taman kota. seperti ada badut, patung-patung, tukang balon dan sebagainya. reaksi Alys? Super tertarik pastinya!
Tibalah hari kami berpetualang. Tujuan pertama Taman Sejarah yang ada di Kantor Balai Kota Bandung. Ramai sudah jelas! Alys senang banget pastinya. Pertama kami ke labirin Taman Balkot, alys sudah diingatkan tidak boleh menginjak rumput. Tapiiiiii, karena super excited sama patung burung yang ada di tengah-tengah rumput labirin, dia lari lah kenceng banget ke arah burung melewati rerumputan yang baguss banget itu. Saya dan suami langsung kaget, deg-degan takut dimarahin Pa Satpam (panik mode on). Kami kejar Alys sambil nginjek rumput juga.. rasanya malu diliatin orang-orang, tapi kami ga marah ko sama Alys😃
Namanya juga belajar, semangat yaa Nak!
Hal yang sama waktu kami bergeser ke Taman Sejarah, karena ada kolam air, Alys kami izinkan untuk berenang, main-main air di sana. Sebelum mulai, saya bilang sama dia, kalau diminta untuk berhenti main dia harus nurut. Selama bermain Alys hanya asik sendiri, saya berharap dia bisa main dengan anak-anak lain yang ada di sana. Waktu berlalu, saat saya minta Alys untuk berhenti, dia menolak. Malah menjauh ke sisi lain kolam. Beberapa kali saya minta untuk berhenti tapi belum nurut juga. Akhirnya saya memaksa Alys untuk berhenti dengan cara langsung mengngkatnya ke luar kolam. Reaksinya malah marah.
Family project hari ini saya jadi bisa lebih memahami karakter Alys. Dan menemukan PR besar, Alys harus terbiasa berkomunikasi dengan baik,baik itu dengan orang dekat mau pun orang lain (sebaya).

#TantanganHari5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

1 Apr 2017

Berpetualang Ke Taman Kota

Nama Projek:
Berpetualang Ke Taman Kota

Gagasan:
Hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga meluangkan waktu untuk Berlibur. Biasanya kami pergi ke tempat makan yang belum pernah dicoba atau pergi ke mall untuk bermain di play ground (mandi bola atau ke tempat bermain anak semacam Game Master). Tapi ahad besok, saya merencanakan untuk mengunjungi taman-taman tematik di kita Bandung. Niatnya untuk mengajak Alys lebih peka pada lingkungan nyata. Misalnya tidak boleh menginjak rumput, membuang sampah pada tempatnya dan lain lain.

Pelaksanaan:
Waktu:
Ahad, 2 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai bocah perualang
Amih sebagai pemandu 1.
Ayah sebagai pemandu 2.

Persiapan awal yaitu mengajak Alys dengan menceritakan keasyikan apa saja yang biasanya dijumpai di Taman kota. seperti ada badut, patung-patung, tukang balon dan sebagainya. reaksi Alys? Super tertarik pastinya! Deskripsi Bertualang ke Taman Kota akan kami ceritakan besok. Dan Alys udah tidur pules..

#TantanganHari4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

31 Mar 2017

Menyambut Ayah

Nama Projek:
Menyambut Ayah

Gagasan:
Ini Projek spontanitas. Rencananya bukan ini Projek yang akan kami lakukan. Namun karena ada suatu hal maka rencana awal tidak bisa dilakukan. Jadilah Projek hari ini adalah menyambut Ayah. Biasanya tidak ada yang spesial saat ayah pulang kerja. Tapi hari ini akan menjadi spesial karena Alys akan menyambut Ayah dengan membuatkan Teh Manis Hangat.

Pelaksanaan:
Waktu:
Jumat 31Mar17. +-5 menit
Penanggug jawab:
Alys sebagai koki utama.
Amih sebagai asisten koki.
Ayah sebagai pelanggan.

Deskripsi kegiatan:
Hari ini saat Ayah sesaat sampai rumah Alys sudah menyambut di depan pintu. Sambil senyum-senyum Alys bilang "ayah, alys bikin teh anget ya". Awalnya ayah bingung, tp setelah saya jelaskan sedikit tentang projek ini, langsung deh Ayah ketawa, sambil bilang "oke!".
Awalnya saya meminta Alys untuk mengambil bahan-bahan yang diperlukan, yaitu: gelas, sendok, gula, kantung teh, air panas (dispenser). Secara nama bahan dia sudah paham, tp karena tempat penyimpanannya ada yang tidak terjangkau, maka saya yang melakukannya. Pertama yang saya instruksinya adalah memasukan gula ke dalam gelas sebanyak dua sendok lalu memasukan kantung teh. Dua instruksi ini Alys berjalan dengan benar. Lalu saat instruksikan menuangkan air panas Alys menolak sambil bilang "Amih aja ah, panas!". Yes! Berarti dia sudah paham tentang keberhati-hatian, lumayan lah ya😉. Saat air panas sudah saya tuangkan, Alys langsung bilang "aduk-aduk sama amih". Mungkin dia masih takut air panas, makanya bilang seperti itu, tapi saya bilang kalau yang harus mengaduk itu Alys. Untung dia mau mengaduk, tp gelasnya saya yang pegang. Lalu kami ke Kamar untuk memberikan teh pada ayah. Dan tentu saja Ayah minum dengan wajah yang bahagia😃.
Projek spontanitas ini menurut saya berjalan baik karena Alys melakukannya dengan menyenangkan dan tujuan umum Projek termasuk tercapai. Saya dan suami berharap Alys memahami bahwa hal sederhana bisa dilakukan untuk menunjukan rasa sayang pada semua orang, terutama orang tua.

#TantanganHari3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

30 Mar 2017

Jeli vs Puding

Nama Projek:
Membuat kudapan

Gagasan:
Hampir setiap hari Alys jajan ke warung. Yang biasa dibeli itu coklat dan jeli. Ga mahal sih, karena paling belinya hanya sedikit. Tapi untuk mengurangi kebiasaan jajan ke warung, saya mengajak Alys untuk membuat kudapan sendiri. Karena dia suka jeli maka kita akan membuat puding. Beda pastinya, tapi mirip-mirip deh, yang penting dia masih doyan juga.

Pelaksanaan:
Waktu:
Kamis, 30Mar17. +-3 jam
Penanggug jawab:
Alys sebagai koki utama.
Amih sebagai asisten koki.
Ayah sebagai pelanggan.

Deskripsi kegiatan:
Kemarin saya sudah bilang ke Alys bahwa hari ini Kita akan membuat puding. Jadi hari ini Kita akan belanja keperluannya. Karena Ayah kerja, maka Projek membuat kudapan ini dikerjakan hanya Alys dan saya. Pertama kami pergi ke supermarket dekat rumah. Mengingat ini mini Projek, maka saya memberikan pilihan hanya puding instan, jadi alys hanya menentukan rasa puding yang akan dibuat.
Sampai di rumah, saya menunjukan alys peralatan yang dibutuhkan untuk membuat puding, yaitu: puding instan, gunting, panci, sendok sayur, air yg sudah ditakar, cetakan puding.
Karena alys masih umur 2 dan terutama ini Projek membuat kudapan pertama, maka saya lebih banyak memberikan instruksi.
Instruksi pertama menggunting kemasan puding lalu dituang ke dalam panci, setelah itu menuangkan airnya, terakhir diaduk-aduk sambil dipanaskan (dilakukan bersama, karena kompor masih berbahaya untuk anak). Semua instruksi dilaksanakan dengan benar. Untuk menuangkan ke dalam cetakan puding dilakukan bersama juga, karena puding masih dalam keadaan panas.
Selama proses pelaksanaan kami lakukan dengan menyenangkan. Alys banyak berekspresi juga, seperti kesulitan menggunting, kepanasan dekat kompor, hingga bertanya-tanya kapan puding sudah bisa di makan. Lucuu, tapi ga ada foto karena keterbatasan tab yang kameranya hanya mampu VGA 😭
Karena memasak sangat menyenangkan, insaalloh family project besok memasak lagiiii :D ditambah juga Ayah suka dibikinin cemilan sama anak gadisnya :D

#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

29 Mar 2017

Diskusi Sampai Jauh

Hari pertama memulai tantangan level tiga, ada rasa yang masih tertinggal di tantangan sebelumnya, alias ga lulus. Tapi Insaalloh akan terbayar di level ini, harus selesai. Semangat!

Sebenarnya sudah beberapa hari lalu kami (saya dan suami) memulai diskusi tentang tantangan level tiga. Berulang kali baca materi dan tugasnya juga. Makin dibaca makin sadar PR menjadi Ibu Profesional masih banyak.

Sepanjang diskusi, kami banyak mengeluarkan pendapat yang intinya untuk pengembangan potensi Alyssa (2th). Namun untuk saat ini kami merumuskan tujuan dari pelaksanaan tentangan Family Project, yaitu:
- Melatih fokus
- Memperkenalkan instruksi panjang
- Memperkenalkan beberapa kegiatan domestik

Untuk gagasan dan pelaksanaan Family Project, akan kami uraikan pada tulisan selanjutnya.

#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

15 Mar 2017

Tarik Ulur Kemandirian

Game level 2 dengan Tema Kemandirian Anak ini tidak konsisten saya jalani. Berlatih tentunya setiap saat setiap waktu, tapi setoran portfolio nya belum optimal dilaksanakan. Faktor utamanya karena saya masih berkutat seputar komunikasi dengan diri sendiri, perlu banyak motivasi dan perbaikan.

Di game level ini saya baru benar-benar menyadari bahwa melatih kemandirian anak bukan hal yang sepele, sesepele mengatakan "ah, nanti juga bisa sendiri" "nanti kalau sudah gede juga paham". Tapi disaat yang sama ngiri melihat anak-anak seumuran Alys sudah bisa ini-itu. Anak-anak yang sudah bisa ini-itu saya yakini karena Ibu dan lingkungannya sangat fokus berlatih kemandirian, mungkin ada yg memulainya bahkan waktu anak masih berusia beberapa bulan saja. Karena berlatih kemandirian harus dilaksanakan terus menerus bahkan berulang kali. Karena membiasakan kebiasaan baik bukan terjadi dalam semalam.
Bila ada masanya jenuh, saya harus mulai memikirkan apa yang terjadi bila berlatih kemandirian ini belum tuntas saya sampaikan. Intinya tentu saja kasihan pada anak, anak yang belum Mandiri akan sulit berjalan sendiri. Sedangkan hidup ini harus berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing. Menurut saya Orang yang tidak Mandiri akan hidup dalam bayang-bayang keinginan orang lain. Melatih Kemandirian anak sama dengan bertanggung jawab atas masa depan anak, sama dengan melatih kepekaan orang tua untuk anaknya juga.

Walaupun berlatih kemandirian Alys masih tarik-ulur, saya harus optimis melakukannya dengan sepenuh hati dan sepenuh waktu. Karena ini adalah investasi kepada anak untuk masa depan mereka. Ini adalah bekal dari orang tua untuk anak.

11 Mar 2017

Lupa

Ada yang menarik di Cerita kemandirian hari ini. Sejak kemarin Malam kami menginap di rumah neneknya alys. Sempet deg-deg an sih, khawatir alys bakal ngompol dimana aja karena ga bilang. Dari pagi saat bangun tidur saya wanti-wanti alys supaya bilang kalau mau ke belakang. Dan saya juga harus fokus mengingatkan alys pada waktu-waktu yang biasanya dia harus ke belakang.

Karena di rumah mertua ada kakak ipar juga, jadi saya banyak ngobrol lah, alys saya biarkan main-main dengan sepupunya. Waktu berlalu, seharusnya setiap dua jam saya ingatkan alys untuk ke belakang. Namun tadi saya lupa, setelah lima jam saya baru ingat. Wahhhh panik luar biasa, takut dia ngompol dan ga kebayang😭.Tapi setelah saya cek ternyata aman ibu-ibu. Buru-buru saya ajak alys ke Kamar mandi dan dia pipis.

Hari ini saya lalai sekali, mungkin selama itu alys menahan pipis (kebayang kan rasanya). Membersamai itu perlu fokus apalagi subjeknya anak kecil. Semoga besok-besok tidak terulang.

Masih Toilet Training

Toilet training Alys masih fluktuatif ini. Kadang nilainya sempurna, sehari semalam kalau mau 'ke belakang' sudah bilang, kadang keluar di tempat dia berada, mungkin ga tahan juga ya. Ga apa-apa sih, mungkin memang belum sepenuhnya siap. Masih banyak PR kemandirian yang perlu alys Latihan lagi. Hari ini kami coba melepas dan memakai celana. Ceritanya alys bilang dia mau pipis, terus saya bilang "alys, coba celananya buka sendiri". Dan dia malah usel-usel celananya, bukannya di tarik ke bawah. Sebenarnya liatnya lucuuuu banget, inginnya diterusin sampe ada keinginan untuk tarik celana ke bawah, tapi karena dia keliatan ga tahan mau pipis,akhirnya ditolong lah sama saya.

Kadang suka ada hal-hal yang membuat saya tidak sabar saat membersamai alys. Menurut saya sesuatu itu sangat mudah tapi menurut alys itu hal yang sulit. Semoga Kita selalu bisa bekerjasama dengan baik untuk misi kemandirian seumur hidup ini.

4 Mar 2017

Dilema..

Alhamdulillah... weekend ibu-ibu..
Walaupun saya mah weekend weekdays berasa sama aja, secara kerjaannya tiap hari sama. Cuman bedanya kalo weekend ada suami, jadi bisa minta tolong Bantu ini itu,hihihi..
Kebeneran hari ini ada agenda ke luar rumah juga sih, yang pertama mau ke lab untuk periksa Gigi saya dan ke BEC, mau servis HP suami.
Sebenarnya bahagia sih mau jalan-jalan hari ini, tapi sayang juga Alys harus pake pampers lagi. Ini sebagai antisipasi aja, kalau alys tiba-tiba ingin buang air pas Kita lagi jauh dari toilet..
Dan.... kecemasan saya pun menjadi kenyataan. Waktu masih d mobil karena terjebak macet panjang alys bilang "amih, alys mau eo.." Jeeng... Jeeng...
Akhirnya saya dan suami bilang "alys, eo aja di sini, soalnya alys pake pampers ko, bukan pake celana dalem". Pas bilang ini hati saya sedih banget bu... Latihan berhari-hari yang lalu seakan runtuh.. (lebay)
Tapi yang bikin saya agak terharu waktu itu adalah reaksi alys yang bilang "ga mau, mau di Kamar mandi". Duh.. berarti toilet training-nya udah mulai nerap. Tapi karena kami meyakinkan sama alys bahwa ga apa-apa eo dulu karena pake pampers,yaa akhirnya dia melakukannya juga. Saat itu yang ada d pikirkan saya hanya kasian sama Alys, takutnya malah jadi penyakit kalau ditahan-tahan.
Harus banyak sharing sama buibu lainnya nih, pasti ada juga yang pernah mengalami hal yang sama.

Kembali ke awal

Sebenarnya sudah hampir seminggu kemarin Alys dan saya lumayan disiplin loh toilet training. Setiap dua jam sekali alys saya ajak untuk ke Kamar mandi untuk pipis atau kalau ada tanda-tanda mau BAK langsung cepet-cepet ambil posisi di Kamar mandi. Kadang-kadang juga Alys sudah bisa bilang sendiri kalau mau ayang air, tapi itu benar-benar kadang-kadang😂. Sampai hari kemarin setelah 'bisikan Gaib' sukses, hari ini kecolongan deh, alys ngompol di depan TV😭

Okey,tetep semangat ibu-ibu. Kuncinya konsisten!

2 Mar 2017

'Bisikan Gaib'

Beberapa pekan kemarin Alys mulai berlatih toilet training . Kata ibu-ibu di sekitar saya sih usia 27 bulan itu terhitung 'telat' untuk memulai toilet training. Bagusnya usia segitu sudah Lepas diaper, jadi lebih menunjang saat d PAUD atau tempat sosialisasi lainnya.
Iya bener juga, tapi mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, tinggal dikasih suir ayam sama kecap deh😃.

Pekan-pekan pertama memulainya benar-benar repot yaa. Masalahnya Alys belum bilang kalau mau BAK dan BAB (padahal sudah bisa komunikasi). Jadi pipisnya dimana aja dan ga bilang, tau-tau lantai basah, diinjak-injak jadi ada cipratan dimana-mana. kejadian serupa bisa tiga sampai lima Kali dalam sehari. Pernah juga Alys saya marahin karena ini, tapi langsung nyesel beneran deh..

Sampai akhirnya dipertemukan dengan materi kelas Bunda sayang ,yaitu komunikasi Produktif dilanjutkan materi Melatih Kemandirian anak. Buat saya ini merupakan sebuah pencerahan. Pelan-pelan saya ajak Alys bicara tentang keinginan untuk BAB dan BAK. Hasilnya? Iya dia bilang sih,tapi setelah keluar pipisnya, bukan sebelum pipis.

Lalu saya ingat seorang teman pernah belajar tentang hipnotis. Jadi sebenarnya semua orang bisa memberikan sugestinya pada seseorang dengan menciptakan waktu yang tepat. Salah satu waktu yang tepat tersebut adalah saat orang mau tertidur. Nah! Semalam saya mencoba melakukannya pada Alys. Sesaat setelah dia lelap saya bisikan ke telinganya: "Alys, sayang, kalau mau pipis atau eo bilang ya, jangan ngompol di kasur juga", sebanyak tiga kali. Besok paginya (hari ini), waktu Alys bangun, dia langsung bilang "Amih mau eo". Dan benar saja, waktu ke Kamar mandi dia langsung pipis (bukan eo). Entah ini Karena sugesti saya sudah masuk atau karena toilet training yang sudah berjalan beberapa pekan, pada hari ini Alys selalu bilang kalau mau BAK dan BAB. Senang tiada tara ibu-ibu😂.. Tapi tetep ko besok masih toilet training, sampai benar-benar lulus.

1 Mar 2017

Mandiri vs Ceroboh

Jam setengah Lima sore adalah waktunya Alys makan Malam. Setelah kemarin sukses menertibkan saat makan Malam selama sepuluh menit saja, hari ini malah ga bisa sama sekali. Sarapan,makan siang, makan Malam full disuapin Amih. Sedih ibu-ibu.. ko yaa malah jadi penurunan..

Belum efektif ini komunikasi Produktifnya.. tapi jangan putus asa, karena masih ada daftar kemandirian lain yang perlu diasah. Yap, waktunya membersamai Alys membereskan mainan. Jadi setiap sore setelah makan Malam, sambil nunggu menjerang air panas untuk mandi biasanya amih yang sibuk beresin mainan. Mainan alys sebenarnya ga banyak, tapi bentuknya kecil-kecil, karena mainnya terlalu ekspresif jadi mainan-mainan itu ada yang masuk kolong kursi, nyelip di sela-sela kursi, ada yang dibawa ke Kamar tidur, Kamar mandi, pokoknya bagaikan mencari harta karun tersembunyi 😂. Nah, hari ini ceritanya ingin membiasakan Alys membereskan mainanya, dimulai dari mencontohkan. Tapiiiiii ko ya malah saya aja yang bergerak, yang punya mainan malah asik nonton TV. Okey, ditambah dengan perintah langsung "Alys, mainannya masukin lagi ke keranjang mainan yaa, ini Amih contohin yaa". Yess, Alys mulai mengambil satu mainan yang kebetulan posisinya dekat dengannya dan Lung.. mainannya dilempar ke arah saya. Antara ingin marah tapi ko ingin ketawa juga yaa (karena liat ekspresi wajahnya yang datar banget)..

Tantangan banget deh berlatih kemandirian anak ini. Harus ekstra trik, supaya anak mau memulainya. Intinya emosi Alys masih jauh dari Mandiri. Alys belum paham benar perannya sebagai anak di usia itu, yang seharusnya sudah mulai diperkenalkan sejak menginjak usia satu. Iya sih kecerobohan saya sebagai Ibu. Tapi tidak ada kata terlambat. Mumpung Alys belum jadi wanita dewasa😉. Jadi jangan marah-marah atas ketidaktahuan anak yang disebabkan karena Kita sebagai orang tua belum membimbing secara optimal dan maksimal.

28 Feb 2017

Amih..Alys Laper..

Oke sip! Anak Amih pagi-pagi, baru bangun banget udah minta makan. Eitttsss, sabar dulu Nak, "pipis dulu d Kamar mandi yaa". "Okey" jawab Alys.
Itulah sepenggal cerita hari ini jam Lima pagi. Efek jangka panjang anak kecil minum madu setiap hari, hawanya Laper terus :p. Pastinya keinginan makan itu harus ditunda dulu sekitar satu jam, masa sarapan jam Lima pagi? Kepagian banget...

Tik...tik...tik...
Ga kerasa udah jam setengah tujuh, beres-beres rumah dan siapin sarapan selesai. Waktunya Alyssa makan.. Pagi ini sarapan dengan ikan bandeng goreng (presto) dan tumis taoge-tahu. Awalnya saya optimis Alys bakal makan sendiri, karena dia udah Laper duluan, jadi mungkin makannya semangat. Tapi ternyata dia ga mau makan, malah nonton TV, kirain ga cocok dengan menunya, tapi pas disuapin malah lahap banget makannya.
Percobaan makan sendiri waktu sarapan gagal. Kita coba waktu makan siang, menunya telor dadar goreng, favorit banget. Pas dikasihin dia malah bilang "sama amih aja yaa", maksudnya ingin disuapin. Karena saya lagi PMS, dan menghindari amarah,ya sudah disuapin aja. Masih lahap, sambil nonton TV.
Percobaan ketiga makan sore, saya buatkan misoa kuah. Saya bulatkan tekad harus berhasil membujuk Alys untuk makan sendiri. TV dimatikan, dan saya hanya bilang "Al, makan dulu yaa, makan sendiri pake mi" .lalu saya dudukan di kursi, dan.... Alys mulai makan sendiri, sambil bilang "enak amih", maksudnya misoanya enak. Duh.. hati ini riang gembira ibu-ibu :). Tapi.... ini hanya berlangsung sekira sepuluh menitan.. sisanya dia mulai lari-lari dan mau nyalain TV. Ga apa-apa deh percobaan pertama memang belum sempurna, tapi sudah bikin bahagia... :)

Berlatih kemandirian pastinya tidak bisa Lepas dari komunikasi Produktif yaa. Okey saya harus cari ide untuk bisa membujuk Alys agar menuruti perintah, Tanpa ada paksaan.

Daftar Kemandirian, Yes We Can!

Materi kedua kelas Bunda Sayang Kali ini tentang: Kemandirian Anak. Catatan yang paling penting buat saya adalah 'Prinsip pokok menumbuhkan kemandirian dalam keterampilan hidup adalah memberi kesempatan, bukan melatih.'
Kemandirian bukanlah sebuah sikap yang datang dengan mudah. Dibalik kemandirian seseorang banyak terselip cerita, pengorbanan, harapan, dan jalan penuh liku pastinya... (curhat:p)
Game Level2 ini, kami harus menyusun kemampuan kemandirian yang ingin diberikan pada anak. Dan setelah saya amati kemampuan Alyssa (27 bulan), sudah banyak yang seharusnya bisa dipelajari. Mungkin saya terlambat menyadarinya, Alyssa sudah besar, sudah saatnya dia bisa melakukan banyak hal sesuai keinginannya (sesuai Kebutuhan dan dalam pengawasan orang dewasa tentunya).

Berikut ini daftar kemandirian yang ingin saya terapkan pada Alyssa:
1. Toilet training
    Indikator: Lepas Diaper (siang dan Malam), tidak ngompol,bilang jika ingin BAB dan BAK. (Alyssa sudah dapat berkomunikasi)
2. Makan sendiri
    Indikator: makan sendiri sampai makanannya habis, duduk tertib selama makan.
3. Berbicara dengan baik untuk keinginannya
     Indikator: tidak menangis saat meminta, tidak marah saat permintaanya tidak diizinkan.
4. Memakai dan melepas baju atau celana sendiri
    Indikator: tahu kapan saat melepas dan memakai baju atau celana (mau mandi dan buang air), melepas dan memakai dengan sedikit bantuan.
5. Membereskan mainan
    Indikator: otomatis membereskan mainan setelah selesai memainkannya, dengan sedikit bantuan jika diperlukan.

Untuk sementara inilah daftar kemandirian yang akan saya terapkan untuk Alyssa. Daftar ini tentunya disesuaikan dengan kemampuannya, seperti toilet training yang sudah berjalan sekira satu minggu, makan, membereskan mainan. Namun sayangnya, saya belum konsisten membersamainya karena banyak hal. Sebenarnya banyak yang ingin saya tuliskan, tapi mengingat berlatih kemandirian ini berjalan lulus dengan melatih kesabaran (saya dan Alyssa) juga, maka cukup dulu saja. Insaalloh kedepannya akan ada banyak lagi daftar kemandirian.

Semangat
Yes We Can!


17 Feb 2017

Tentang Komunikasi Produktif

Bismillah

Saat kelas matrikulasi dimulai, saya memantapkan hati untuk memilih Ilmu Komunikasi sebagai jurusan dalam Universitas Kehidupan. Alasannya: karena saya tipe orang yang tertutup, tidak pandai mengekspresikan segala macam emosi. Banyak pesan yang ingin saya ungkapkan tapi salah menyampaikan, efeknya malah salah paham. Saya ingin mengubah hal ini. Saya ingin semua orang memahami apa yang saya utarakan dan sebaliknya.

Alhamdulillah, materi pertama dalam kelas Bunda Sayang adalah Komunikasi Produktif. Isinya benar-benar membantu saya berkomunikasi efektif, terutama pada anak dan suami. Dalam materi ini sebenarnya yang harus banyak diubah adalah cara saya berkomunikasi Produktif dengan diri sendiri. Ternyata ada ya hal-hal yang menghambat komunikasi Produktif, di sini saya pun baru menyadarinya.

Saya ingin menjadi lebih baik lagi dalam segala hal, dimulai dengan memperbaiki cara komunikasi Produktif. Karena saya yakin, apapun tantangannya, akan menjadi selesai atau terpecahkan dengan cara menjalin komunikasi yang benar.

Alhamdulillah