28 Apr 2017

Si Koki Cilik

Aktivitas: membuat jelly di rumah.

Sebenarnya ini aktivitas percobaan, karena saya belum yakin alys ada di tipe pembelajar yang mana. Namanya anak dua tahunan, masih maunya main, tau-tau bisa ini itu ya saya lupa juga kapan nyintohinnya dan dalam keadaan seperti apa.

Oke deh, biar ga penasaran biar saya coba ini dulu. Soalnya anaknya suka Jelly sama puding juga, sekalian belajar warna. Alys sudah bisa menyebutkan beberapa nama warna, hanya belum bisa membedakan warnanya saya. Kalau matching warna sudah bisa juga.

Pertamanya pasti deh senang diajak bikin puding,ini entah yang keberapa kali. Kali ini saya sediakan alat dan bahan, Tanpa instruksi sama sekali. Ternyata dia bisa loh, ala-ala vloger gitu:
"Teman -teman sekarang alys mau bikin puding, gunting dulu yaa..."
Karena belum bisa ngeggunting, dia minta tolong saya. Selanjutnya dia bisa masukin bubuk jelly ke dalam panci dan menuang airnya.
"Kita aduk-aduk yaa teman-teman.."
Setelah itu saya masak jellynya, karena memang dia saya ajarkan hanya sampai mengaduk bahan.
Langkah-langkah membuat jelly sudah hapal nampaknya, karena sudah dilakukan beberapa kali.

Dalam aktivitas ini sepertinya alys memiliki gaya belajar auditori. Karena dia melakukan aktivitasnya dengan banyak bicara, seolah-olah dia sedang ada dalam acara TV.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

26 Apr 2017

Gaya Belajar

Sering kali saya abai dengan gaya belajar anak. Ini Karena saya pikir belum saatnya lah anak dua tahunan belajar dengan "benar". Anak umur segini ya paling hari-harinya diisi dengan main, main,main, makan, tidur deh..
Tapi, senang juga sih waktu dia tiba-tiba nyanyi balonku dengan lancar, ko bisa ya,perasaan ga diajarin, cuman diperdengarkan aja. Itu juga saya nanyinya sambil main-main juga. Berarti dia perhatian juga, mungkin ini juga termasuk belajar ya, tapi tetap sambil main dong..
Nah, kebetulan materi sekarang tentang gaya belajar anak. Sambil menyelam minum air. Sambil main-main sambil memperhatikan gaya belajar anak. Karena masih Batita, jadi mungkin kegiatan ini hasilnya akan belum sesuai ekspetasi.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

15 Apr 2017

Game Level Sederhana

Proyek keluarga alias family project itu sedikit menjebak ya, kalau kata saya sih begitu. Sebelum mengerjakan proyek pastinya bingung mau melakukan apa, mau menghasilkan produk apa, bisa atau tidak. Pokoknya seribusatu pikirkan yang bisa dibilang mengganggu. Saya memulainya dengan diskusi dulu sama suami. Saya presentasikan sedikit materi kuliah dan kaitannya dengan game level 3.
Tanggapan suami sih kaya yang ngegampangin gitu deh, masa dia nyuruh saya ajak aja Alys nyuci baju, bikin minuman, bikin puding. Dan tanggapan saya loh kokk?! Yap, begitulah awalnya proyek keluarga ini. Suami bilang ini kan fokus nya ke anak, anaknya aja baru dua tahun, ya pilih proyek yang bisa dia ikuti, yang sederhana tapi bisa jadi dasar kemandiriannya kelak.
Dipikir-pikir ya iya juga sih, ini kan tentang mengembangkan kecerdasan anak, apa pun bisa jadi objek pengembangan untuk subjeknya. Namanya juga anak-anak, perkembangannya tidak bisa "dibentuk" secara instan. Mana tahu yang nampaknya tidak menarik bagi Kita tapi menantang dan menyenangkan bagi mereka. Dan yang menyenangkan itulah yang akan anak ingat sepanjang hayat.

8 Apr 2017

Membangun Rumah Mainan dari Kardus (4)

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Waktu: Sabtu, 8 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Deskripsi:
Family project membuat rumah-rumahan dari Kardus ini sebenarnya tidak terlalu sulit pengerjaannya. Hanya saja kami terhambat dengan ketersediaan bahannya. Hari ini kami sepakat untuk mecari kardus ukuran yang besar di Cibadak. Alys sih taunya Kita mau jalan-jalan. Tapi ga apa-apa lah yaa, soalnya selama perjalanan saya selalu memberitahu alys tentang projek ini. Sampai di cibadak, kami mencari Kios/ lapak penjual kardus. Dan ternyata ukuran besar tidak ada. Lalu tiba-tiba saya ingat di rumah mertua ada kardus bekas kompor dengan ukuran besar. Langsung lah kami putar arah ke rumah mertua. Alhamdulillah kardusnya masih ada dan boleh buat prakarya Alys.
Oke semua bahan sudah lengkap. Instruksi awal alys kami minta untuk memilih warna cat kardus, pastinya sambil pengenalan warna. Bilangnya biru tapi ambil warna merah😂. Gapapa deh,namanya juga belajar. Untuk membangun kardus menjadi rumah 80% saya dan suami yang mengerjakan. Karena Alys memang belum bisa, seperti menggunting kardus yang lebih keras, memotong dengan cuter dan sebagainya.

#TantanganHari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

6 Apr 2017

Membangun Rumah Mainan dari Kardus (3)

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Persiapan:
Setelah kemarin mencari perlengkapan membuat rumah mainan dari kardus dan ternyata bahan utamanya yaitu kardusnya malah belum dapat. Lalu Malam harinya saya menyampaikan ini pada ayah. Tanggapannya kurang lebih sama dengan pemikiran saya, kardusnya harus berukuran besar. Kagok kalau ukuran kecil seperti Kardus bekas air mineral. Makanya ayah memberikan usul untuk mencari Kardus besar di daerah Cibadak. Katanya kalau ga salah di sana banyak dijual kardus bekas ukuran besar. Rencananya kami akan ke Cibadak hari sabtu besok. Ini disesuaikan dengan ketersediaan waktu Ayah, karena kalau hari biasa beliau kerja.
Dan karena waktunya mepet maka setelah kardusnya dapat kita langsung eksekusi hari itu juga. Arsiteknya malah yang jadi ga sabar mau bikin rumah-rumahan. Diliattiiiin terus YouTube yang tempo hari saya perlihatkan tentang membuat rumah-rumahan kardus. Efek lebih lanjut, saya juga jadi gemesss ini ingin segera buat.

#TantanganHari9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Membangun Rumah Mainan dari Kardus (2)

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Persiapan:
Setelah membuat perencanaan pada tulisan yang kemarin. Maka hari ini saya dan Alys berburu perlengkapannya. selotip, kertas warna, cat poster, gunting, kuas, penggaris, pinsil/spidol, cuter, lem kayu tidak sulit untuk didapat. Ada yang masih ada di rumah, sebagian harus beli di supermarket dekat rumah. Seperti biasa, sebelum pergi,saya mengingatkan alys untuk membeli keperluan yang sudah direncanakan, dengan harapan dia fokus. Tapi, seperti yang sudah saya duga juga, alys malah maunya mainan yang pakai koin gitu. Susaah sekali membujuk untuk menunda mainnya. Alhasil saya perbolehkan lah dia main (Ibu yang belum konsisten😭).
Masalah yang utama kali ini ialah,kami belum dapat Kardus bekasnya. Kardus-kardus yang kami temukan ukurannya kecil, paling besar hanya bekas air mineral.
Akhirnya saya dan alys pulang dulu. Nanti di rumah saat ayah pulang akan kami diskusikan dulu baiknya bagaimana. Jadi, hari ini family project membuat rumah-rumahan dari Kardus belum dapat kami laksanakan.

#TantanganHari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

4 Apr 2017

Persiapan Membangun Rumah Kardus

Nama Projek:
Membangun Rumah Mainan dari Kardus

Gagasan:
Alys suka banget main rumah-rumahan. Tiba-tiba suka buka pintu lemari baju sambil bilang "Alys masuk rumah dulu yaa, dadah". Kadang ketuk-ketuk pintu rumah sambil bilang assalamualaikum. Fix deh Alys lagi suka main peran dengan imajinasi punya rumah sendiri. Awalnya ingin beli tenda-tendaan aja, selain praktis, gambarnya macem-macem juga, warna-warni. Tapiiiiii... ternyata makin lucu, tendanya makin mahal yaa buibu😂. Kepikiranlah semalam, saya dan ayahnya Alys sepakat ingin membuat family project membuat rumah mainan dari Kardus.

Pelaksanaan:
Waktu:
Rabu, 5 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai arsitek
Amih sebagai asisten arsitek 1
Ayah sebagai asisten arsitek 2.

Persiapan:
Hari ini, Saya dan Suami mengajak Alys melihat video di YouTube tentang anak-anak kecil membuat rumah-rumahan dari kardus bersama orang tua mereka. Reaksinya sih ga terlalu tertarik ya... mungkin belum ngeh juga. Selain itu, saya juga mengajak Alys untuk mencari alat dan bahan membuat rumah kardus, tapi akan kami cari besok. Seperti kardus bekas ukuran besar, selotip, kertas warna, cat poster, gunting, kuas, penggaris, pinsil/spidol, cuter, lem kayu.
Sekian tahap persiapan membuat rumah Kardus, insaalloh besok akan kami ceritakan kisah selanjutnya. Semoga berhasil rumah Kardus ya😉

#TantanganHari7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

3 Apr 2017

Berburu Ide

Hari ini kami belum mengerjakan family project. Karena rencananya Malam ini saya dan suami akan berdiskusi lagi tentang projek lebih menyenangkan untuk kami. Kami ingin membuat project yang intinya bisa lebih mendekatkan kami satu sama lain, lebih menyadari dan memahami karakter kami masing-masing, mengoptimalkan komunikasi juga. Namun, tentu saja yang menarik untuk anak dua tahun.
Sebenarnya family project jalan-jalan ke Taman Kota sangat menyenangkan. Kayaknya Alys mau mau lagi kalau diajak. Tapi hal ini terbentur dengan kemampuan waktu Ayah yang kerja setiap hari kecuali weekend.
Inginnya bikin cemilan lagi, tapi spesial request dari ayah. Tapi, takutnya alys bosan, karena prosesnya kira-kira sama.
Dan setelah panjang lebar berdiskusi, family project kali ini kami ingin membuat rumah-rumahan dari kardus. Project ini akan dilakukan secara full team. Berbeda saat project membuat kudapan, hanya saya dan Alys yang mengerjakan.
Ayah berkomitmen untuk terlibat penuh pada project kali ini. Untuk penyajian komplitnya, besok akan saya ceritakan kembali.

#TantanganHari6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

2 Apr 2017

Berpetualang Ke Taman Kota (2)

Nama Projek:
Berpetualang Ke Taman Kota

Gagasan:
Hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga meluangkan waktu untuk Berlibur. Biasanya kami pergi ke tempat makan yang belum pernah dicoba atau pergi ke mall untuk bermain di play ground (mandi bola atau ke tempat bermain anak semacam Game Master). Tapi ahad besok, saya merencanakan untuk mengunjungi taman-taman tematik di kita Bandung. Niatnya untuk mengajak Alys lebih peka pada lingkungan nyata. Misalnya tidak boleh menginjak rumput, membuang sampah pada tempatnya dan lain lain.

Pelaksanaan:
Waktu:
Ahad, 2 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai bocah perualang
Amih sebagai pemandu 1.
Ayah sebagai pemandu 2.

Deskripsi:
Persiapan awal yaitu mengajak Alys dengan menceritakan keasyikan apa saja yang biasanya dijumpai di Taman kota. seperti ada badut, patung-patung, tukang balon dan sebagainya. reaksi Alys? Super tertarik pastinya!
Tibalah hari kami berpetualang. Tujuan pertama Taman Sejarah yang ada di Kantor Balai Kota Bandung. Ramai sudah jelas! Alys senang banget pastinya. Pertama kami ke labirin Taman Balkot, alys sudah diingatkan tidak boleh menginjak rumput. Tapiiiiii, karena super excited sama patung burung yang ada di tengah-tengah rumput labirin, dia lari lah kenceng banget ke arah burung melewati rerumputan yang baguss banget itu. Saya dan suami langsung kaget, deg-degan takut dimarahin Pa Satpam (panik mode on). Kami kejar Alys sambil nginjek rumput juga.. rasanya malu diliatin orang-orang, tapi kami ga marah ko sama Alys😃
Namanya juga belajar, semangat yaa Nak!
Hal yang sama waktu kami bergeser ke Taman Sejarah, karena ada kolam air, Alys kami izinkan untuk berenang, main-main air di sana. Sebelum mulai, saya bilang sama dia, kalau diminta untuk berhenti main dia harus nurut. Selama bermain Alys hanya asik sendiri, saya berharap dia bisa main dengan anak-anak lain yang ada di sana. Waktu berlalu, saat saya minta Alys untuk berhenti, dia menolak. Malah menjauh ke sisi lain kolam. Beberapa kali saya minta untuk berhenti tapi belum nurut juga. Akhirnya saya memaksa Alys untuk berhenti dengan cara langsung mengngkatnya ke luar kolam. Reaksinya malah marah.
Family project hari ini saya jadi bisa lebih memahami karakter Alys. Dan menemukan PR besar, Alys harus terbiasa berkomunikasi dengan baik,baik itu dengan orang dekat mau pun orang lain (sebaya).

#TantanganHari5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

1 Apr 2017

Berpetualang Ke Taman Kota

Nama Projek:
Berpetualang Ke Taman Kota

Gagasan:
Hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga meluangkan waktu untuk Berlibur. Biasanya kami pergi ke tempat makan yang belum pernah dicoba atau pergi ke mall untuk bermain di play ground (mandi bola atau ke tempat bermain anak semacam Game Master). Tapi ahad besok, saya merencanakan untuk mengunjungi taman-taman tematik di kita Bandung. Niatnya untuk mengajak Alys lebih peka pada lingkungan nyata. Misalnya tidak boleh menginjak rumput, membuang sampah pada tempatnya dan lain lain.

Pelaksanaan:
Waktu:
Ahad, 2 April 2017
Penanggug jawab:
Alys sebagai bocah perualang
Amih sebagai pemandu 1.
Ayah sebagai pemandu 2.

Persiapan awal yaitu mengajak Alys dengan menceritakan keasyikan apa saja yang biasanya dijumpai di Taman kota. seperti ada badut, patung-patung, tukang balon dan sebagainya. reaksi Alys? Super tertarik pastinya! Deskripsi Bertualang ke Taman Kota akan kami ceritakan besok. Dan Alys udah tidur pules..

#TantanganHari4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP