28 Feb 2017

Amih..Alys Laper..

Oke sip! Anak Amih pagi-pagi, baru bangun banget udah minta makan. Eitttsss, sabar dulu Nak, "pipis dulu d Kamar mandi yaa". "Okey" jawab Alys.
Itulah sepenggal cerita hari ini jam Lima pagi. Efek jangka panjang anak kecil minum madu setiap hari, hawanya Laper terus :p. Pastinya keinginan makan itu harus ditunda dulu sekitar satu jam, masa sarapan jam Lima pagi? Kepagian banget...

Tik...tik...tik...
Ga kerasa udah jam setengah tujuh, beres-beres rumah dan siapin sarapan selesai. Waktunya Alyssa makan.. Pagi ini sarapan dengan ikan bandeng goreng (presto) dan tumis taoge-tahu. Awalnya saya optimis Alys bakal makan sendiri, karena dia udah Laper duluan, jadi mungkin makannya semangat. Tapi ternyata dia ga mau makan, malah nonton TV, kirain ga cocok dengan menunya, tapi pas disuapin malah lahap banget makannya.
Percobaan makan sendiri waktu sarapan gagal. Kita coba waktu makan siang, menunya telor dadar goreng, favorit banget. Pas dikasihin dia malah bilang "sama amih aja yaa", maksudnya ingin disuapin. Karena saya lagi PMS, dan menghindari amarah,ya sudah disuapin aja. Masih lahap, sambil nonton TV.
Percobaan ketiga makan sore, saya buatkan misoa kuah. Saya bulatkan tekad harus berhasil membujuk Alys untuk makan sendiri. TV dimatikan, dan saya hanya bilang "Al, makan dulu yaa, makan sendiri pake mi" .lalu saya dudukan di kursi, dan.... Alys mulai makan sendiri, sambil bilang "enak amih", maksudnya misoanya enak. Duh.. hati ini riang gembira ibu-ibu :). Tapi.... ini hanya berlangsung sekira sepuluh menitan.. sisanya dia mulai lari-lari dan mau nyalain TV. Ga apa-apa deh percobaan pertama memang belum sempurna, tapi sudah bikin bahagia... :)

Berlatih kemandirian pastinya tidak bisa Lepas dari komunikasi Produktif yaa. Okey saya harus cari ide untuk bisa membujuk Alys agar menuruti perintah, Tanpa ada paksaan.

Daftar Kemandirian, Yes We Can!

Materi kedua kelas Bunda Sayang Kali ini tentang: Kemandirian Anak. Catatan yang paling penting buat saya adalah 'Prinsip pokok menumbuhkan kemandirian dalam keterampilan hidup adalah memberi kesempatan, bukan melatih.'
Kemandirian bukanlah sebuah sikap yang datang dengan mudah. Dibalik kemandirian seseorang banyak terselip cerita, pengorbanan, harapan, dan jalan penuh liku pastinya... (curhat:p)
Game Level2 ini, kami harus menyusun kemampuan kemandirian yang ingin diberikan pada anak. Dan setelah saya amati kemampuan Alyssa (27 bulan), sudah banyak yang seharusnya bisa dipelajari. Mungkin saya terlambat menyadarinya, Alyssa sudah besar, sudah saatnya dia bisa melakukan banyak hal sesuai keinginannya (sesuai Kebutuhan dan dalam pengawasan orang dewasa tentunya).

Berikut ini daftar kemandirian yang ingin saya terapkan pada Alyssa:
1. Toilet training
    Indikator: Lepas Diaper (siang dan Malam), tidak ngompol,bilang jika ingin BAB dan BAK. (Alyssa sudah dapat berkomunikasi)
2. Makan sendiri
    Indikator: makan sendiri sampai makanannya habis, duduk tertib selama makan.
3. Berbicara dengan baik untuk keinginannya
     Indikator: tidak menangis saat meminta, tidak marah saat permintaanya tidak diizinkan.
4. Memakai dan melepas baju atau celana sendiri
    Indikator: tahu kapan saat melepas dan memakai baju atau celana (mau mandi dan buang air), melepas dan memakai dengan sedikit bantuan.
5. Membereskan mainan
    Indikator: otomatis membereskan mainan setelah selesai memainkannya, dengan sedikit bantuan jika diperlukan.

Untuk sementara inilah daftar kemandirian yang akan saya terapkan untuk Alyssa. Daftar ini tentunya disesuaikan dengan kemampuannya, seperti toilet training yang sudah berjalan sekira satu minggu, makan, membereskan mainan. Namun sayangnya, saya belum konsisten membersamainya karena banyak hal. Sebenarnya banyak yang ingin saya tuliskan, tapi mengingat berlatih kemandirian ini berjalan lulus dengan melatih kesabaran (saya dan Alyssa) juga, maka cukup dulu saja. Insaalloh kedepannya akan ada banyak lagi daftar kemandirian.

Semangat
Yes We Can!


17 Feb 2017

Tentang Komunikasi Produktif

Bismillah

Saat kelas matrikulasi dimulai, saya memantapkan hati untuk memilih Ilmu Komunikasi sebagai jurusan dalam Universitas Kehidupan. Alasannya: karena saya tipe orang yang tertutup, tidak pandai mengekspresikan segala macam emosi. Banyak pesan yang ingin saya ungkapkan tapi salah menyampaikan, efeknya malah salah paham. Saya ingin mengubah hal ini. Saya ingin semua orang memahami apa yang saya utarakan dan sebaliknya.

Alhamdulillah, materi pertama dalam kelas Bunda Sayang adalah Komunikasi Produktif. Isinya benar-benar membantu saya berkomunikasi efektif, terutama pada anak dan suami. Dalam materi ini sebenarnya yang harus banyak diubah adalah cara saya berkomunikasi Produktif dengan diri sendiri. Ternyata ada ya hal-hal yang menghambat komunikasi Produktif, di sini saya pun baru menyadarinya.

Saya ingin menjadi lebih baik lagi dalam segala hal, dimulai dengan memperbaiki cara komunikasi Produktif. Karena saya yakin, apapun tantangannya, akan menjadi selesai atau terpecahkan dengan cara menjalin komunikasi yang benar.

Alhamdulillah