6 Jan 2018

yang Tabu yang Perlu

Waktu: 
Jumat, 5 Januari 2018
Pemateri (kelompok 1): 
Eva Hanifa
Edwina Nurdiani Sofyan
Elvi Rahmi
Judul: 
Membangkitkan Fitrah Seksual pada anak

Pengertian Fitrah Seksualitas
Bagaimana seorang laki-laki da perempuan berpikir, merasa dan bersikap sesuai kodratnya.

Sangat penting menumbuhkan fitrah seksualitas, karena:
1. agar anak-anak dapat memastikan identitas seksualnya dengan tegas.
2. agar tidak terjadi penyimpangan seksual
3. agar anak-anak kelak dapat menjadi ayah dan ibu yang beradab kepada pasangan dan anak turunannya.

Review

Membangkitkan fitrah seksual anak merupakan hal yang sangat penting, salahsatunya dalam upaya mencegah tindak kekerasan atau pelecehan seksual (baik saat anak-anak atau kelak saat remaja dan dewasa). Peran orang tua merupakan yang utama dan pertama, karena orang tualah yang setiap saat ada disamping anak-anak. Namun memang membangkitkan fitah ini cukup rumit karena masih dianggap tabu. Misalnya memperkenalkan nama alat kelaimn laki-laki dan perempuan secara ilmiah bukan istilah-istilah yang menggantikannya. Atau menyampaikan bahwa ada anggota tubuh kita yang tidak boleh sembarang orang lihat atau sentuh. Ketabuan ini lah yang menjadi tantangan dalam membangkitkan fitrah seksual anak. 

Menurut saya pribadi untuk memecahkan tantangan ini kita sebagai orang tua harus membuka diri dari ketabuan itu. Walaupun sulit juga sepertinya, karena saya atau mungkin banyak orang tua lain dididik dengan cara yang kurang lebih sama :kaku untuk urusan seksualitas. Nah, kabar bahagianya adalah di era yang modern ini sudah banyak juga orang tua yang peduli tentang pendidikan seksual untuk anak-anaknya. Mereka bergabung membentuk komunitas-komunitas untuk saling mendukung tentang perkembangan anak. Maka ikutlah komunitas-komunitas semacam itu, untuk berbagi pengalaman dan informasi seputar tumbuh kembang anak. Pun dengan lembaga-lembaga yang mumpuni, seperti UNICEF, Komisi Perlindungan Anak Indonesia sudah mengelurkan media dan iklan layanan masyarakat sebagai informasi. Produk yang dihasilkan beragam, misalnya iklan layanan masyarakat, video edukasi dengan harapan agar orang tua mendapat informasi yang tepat sebagai bahan untuk memberikan pendidikan seksual pada anak. Jika orang tua sudah mendapatkan informasi yang tepat dan percaya diri (Keluar dari ketabuan tentang pendidikan seksual) maka seharusnya orang tua pun bisa memberikan motivasi pada anak untuk membangkitkan fitrah seksualitas.

Berikut media edukasi




#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11


16 Jun 2017

Ini Bukuku, Mana Bukumu?

Ini hasil pilih-pilih buku, ga semua di foto sih. Yang di foto ini target pancingan biar alys suka buku. Dilihat-lihat dulu, di bolak-balik halamannya, siapa tau beliau sukaaa😃

#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#For Things To Change, I Must Change First

10 Jun 2017

Berburu Buku

Membaca salah satu kegemaran saya sejak SMP. Diawali dengan membaca Novel Harry Potter and The Sorcerer's Stone jadi terus suka novel sampai sekarang. Check list novel yang ingin dibeli sudah mengular, panjang, tapi belum kebeli aja. Yah namanya juga rumah tangga, buku belum jadi prioritas lagi, tapi mudah-mudahan kelak jadi kegemaran sekeluarga.
Tapi sayang seribu sayang, suami ga suka baca buku. Yang menjadi tantangan adalah Alys juga belum ada ketertarikan untuk baca buku. Setiap dibeliin buku pasti aja disobek-sobek, dibacaain buku dongeng dia malah kabur. Saya berpikir mungkin dia masih kecil, nanti pasti suka baca (berbaik sangka)
Pass banget materi ini tentang menumbuhkan minat baca. Saya jadi terpacu lagi menyemangati Alys dan suami buat suka baca terutama buku atau Koran untuk suami😂
Maka saya memulai dengan mengajak Alys membeli buku-buku cerita bergambar. Karena saya masih terbayang-bayang alys menyobek buku,maka saya putuskan untuk membeli buku second hand. Di sepanjang jalan sungai cikapundung (dekat PLN jl. Asia Afrika) ada penjual buku bekas. Nah, di sana alys saya suruh pilih-pilih buku sendiri. Pilihannya majalah anak-anak, ga masalah yaa, kan ada cerita bergambarnya juga.

#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#For Things To Change, I Must Change First

13 Mei 2017

Belajar dengan Gaya

Untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar anak memang diperlukan ketelitian tingkat tinggi. Terlebih pada anak Batita yang memang belajarnya harus sambil main-main. Tidak bisa dipungkiri gaya belajar akan memengaruhi keberhasilan menyerap ilmu yang sampai pada anak. Jika sesuai maka sudah pasti memudahkan anak untuk segera mengaplikasikn ilmu sesuai dengan pemahamannya.

Menemukan gaya belajar yang sesuai dengan fitrah anak perlu dikembangkan secara terus menerus. Hingga anaknya sendiri merasa nyaman dengan gaya belajar tersebut. Yang paling penting, sebagai orang tua Kita sebaiknya selalu memberikan perhatian dan dukungan penuh pada anak. Stimulasi atau cara apapun itu sangat penting dalam menemukan gaya belajar.

Menentukan aktivitas anak merupakan bentuk stimulasi yang cukup memberikan dampak ke arah mana kecenderungan gaya belajar. Saya sebagai orang tua pun baru menyadari hal ini. Yang masih menjadi pekerjaan rumah yaitu benar-benar mengetahui gaya belajar yang paling pas untuk Alys. Maka aktivitas menemukan gaya belajar akan masih berlanjut.

Semangat!

#aliran Rasa
#gayabelajar

6 Mei 2017

Naik Kereta Api, Tut Tut Tut

Aktivitas: Jalan-jalan Naik kereta Api

Hari sabtu ini seru banget deh. Alys Naik kereta untuk pertama kalinya. Rutenya pendek aja, dari stasiun Cimahi ke stasiun Bandung. Tujuan Pasar Baru aja, sambil lihat-lihat yang perlu dilihat.

Selama di dalam kereta pastinya Alys riang gembira. Padahal dia sudah bisa ngomong yaa (komunikasi dua arah), tapi kenapa yaa tadi sepanjang perjalanan dia keras-keras mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas, entahlah maksudnya apa😂. Tapi, wajahnya sih cerita banget.

Sepanjang perjalanan dia menyebutkan benda-benda yang terlihat dari balik jendela. Ada motor, mobil, kambing, dan lain-lain. Yang lucu dia dadah-dadah sama orang yang ada di pinggir-pinggir kereta api. Pastinya sambil nyanyi-nyanyi Naik Kereta. Mungkin kalau media belajarnya menarik, Alys oke juga belajar dengan gaya kinestetik.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

5 Mei 2017

Kamis Bersama Bapak

Aktivitas: Ikut Ayah ke Kampus

Hari Kamis lalu Alys ikut Ayah ke kampus. Kebetulan di Kampus ada acara bebas jadi tidak ada kegiatan belajar mengajar. Apakah ini yang namanya ME TIME? :P. Ohh ternyata tidak, malah lebih was-was, udah makan apa belum, makan pakai apa, di kampus nakal apa baik dan lain-lain.

Rencananya mau belajar mandiri, ga sama ibunya terus, takut ketergantungan, kan mau sekolah. Taunya malah ibunya yang stress sendiri😂. Kata ayah, alys nanyain saya sih, tapi begitu dibilang "hari ini sama ayah dulu yaa, amih di rumah" dia ga kenapa-kenapa tuh, oke-oke aja.

Jadi ingat waktu menyapih Alys, Alhamdulillah gampang banget, pas umur dua tahun cuman bilang "Alys, miminya berhenti yaa, Mimi amih sakit", cess pleenng langsung ga mau Mimi.
Mungkin, Alys punya gaya belajar auditori, ngomong sekali aja langsung ngerti, Alhamdulillah.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Ayo Menyanyi

Aktivitas: Bernyanyi bersama Ayah

Kemarin pulang kerja ayah, Alys belum tidur, karena tidur siangnya lumayan lama. Beres solat, Ayah dan Alys main-main di kamar. Mainnya random aja sih, ada boneka mereka main, ada bantal mereka mainin juga. acara bebas deh yaa.

Lalu Ayah minta Alys untuk menyanyi. tak disangka dia semanagat sekali, dia ambil minyak telon lalu dijadikan mic. Banyak lagu dia nyanyikan, Burung Kakak Tua, Topi Saya Bundar, Pelangi-Pelangi, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Naik Delman, sampai lagu Tahu Bulat dong.

Yang buat saya terpukau dia nyanyi-nyanyi sendiri tapi ngasih mic  juga ke ayahnya, ala-ala penyanyi pofesional di panggung gitu. lucu lihatnya. Gaya belajar apa yaa ini, kinestetik mungkin yaa. Dia belajar percaya diri dari ayahnya.

#tantangan10hari
#level4
#Gayabelajar
#kuliahbunsayIIP